Wednesday, December 8, 2010

perancangan perangkat lunak

I. Perancangan Perangkat Lunak / Software
Perancangan software dibuat guna mendukung kerja pada perangkat hardwarenya. Perancangan software ini dibuat berdasarkan instruksi set µP 8088 dan diawali dengan perancangan pada diagram alir (flowchart) yang sesuai dengan sistem yang akan dibuat.
II. Cara Kerja Program
Pada saat pertama catu daya dihidupkan, mikroprosesor akan menjemput alamat di alamat yang ditunjukkan oleh code segment yaitu FFFF0H, dan program yang terdapat pada alamat FFFF0H ini diantaranya adalah program insialisasi untuk semua perangkat, baik perangkat memori maupun perangkat I/O serta diakhiri dengan program JMP (lompat) ke program utama sistem yang penyimpanannya dimulai pada alamat FE000H (hal ini karena EPROM yang digunakan mempunyi kapasitas 8 KB). Pada saat program inisialisasi dijalankan buzzer dan seluruh perangkat output dinyalakan sesaat. Program utama berisi dari program sistem yang yang akan dibuat yaitu program pengontrol dan pengaman kebakaran.
Program ini akan mengecek secara continue setiap data yang diberikan oleh sensor suhu dan asap. Sensor yang dicek terlebih dahulu adalah sensor suhu. Jika suhu ( T ) kurang dari suhu bawah ( TL ) maka mikroprosesor akan menyalakan lampu indikator suhu warna hijau dan melanjutkan kepengecakan sensor asap. Jika suhu ada diantara range suhu bawah ( TL ) dan suhu atas ( TH ) maka mikroprosesor akan menyalakan lampu indikator suhu warna kuning dan menghidupkan buzzer serta melanjutkan kepengecakan sensor suhu. Jika suhu lebih dari suhu atas ( TH ) maka mikroprosesor akan menyalakan lampu indikator suhu warna merah dan akan menyalakan buzzer kemudian melanjutkan kepengecakan sensor asap. Jika kepekatan asap ( A ) kurang dari kepekatan asap bawah ( AL ) maka mikroprosesor akan menyalakan lampu indikator kepekatan asap yang berwarna hijau, kemudian mikroprosesor akan mengulang prosesnya dari pengecekan sensor suhu kembali. Jika kepekatan asap ada diantara range kepekatan asap bawah ( AL ) dan kepekatan asap atas ( AH ) maka mikroprosesor akan menyalakan lampu indikator kepekatan asap yang berwarna kuning dan menghidupkan buzzer kemudian melanjutkan kepengecekan sensor suhu kembali. Adapun jika kepekatan asap lebih dari AH dan suhu lebih besar dari TH maka mikroprosesor akan menyalakan lampu indikator kepekatan asap dan suhu yang berwarna merah serta akan menghidupkan pompa air dan buzzer kemudian melanjutkan kepengecekan sensor suhu kembali.
III. Flow Chart
Jadi pada prinsipnya program ini merupakan program looping yang bertujuan untuk memeriksa data yang diberikan oleh kedua sensor secara continue. Flowchart dari program pengontrol dan pengaman kebakaran dapat dilihat pada gambar dibawah ini.



PERENCANAAN APLIKASI LOKASI RUMAH SAKIT DI JOGJAKARTA BERBASIS GOOGLE MAPS API
Aplikasi ini memiliki tiga fitur utama yaitu menampilkan objek berdasarkan kategori, pencarian objek, serta menampilkan info objek. Pada fitur menampilkan objek berdasarkan kategori, objek merupakan layer marker yang di overlay di atas layer peta. Marker ini juga memiliki suatu keterangan informasi yang dimuncullkan melalui HTMLwindow. Dua kategori atau lebih dapat dimunculkan secara bersamaan. Pada aplikasi pencarian objek, yang ditampilkan adalah marker. Masukkan kata kunci pencarian yang dilakukan oleh pengguna akan dicocokkan dengan database dan hasil yang mengandung kata-kata yang sama akan ditampilkan. Sedangkan pada fungsi menampilkan info, objek yang dutampilkan merupakan polyline dan marker.
1. Diagram-diagram UML
1.1 Usecase Diagram

Gambar diatas merupakan diagram use case yang menunjukkan fungsionalitas dari aplikasi. User dapat melakukan tiga hal yaitu mencari lokasi objek, melihat objek berdasarkan kategori, dan melihat info dari objek tersebut.
1.2 Sequence Diagram



Sequence Diagram adalah diagram yang menunjukkan interaksi antara aspek (pengguna maupun sistem) terhadap waktu. Didalam aplikasi ini, objek-objek yang terlibat adalah pengguna, web browser, web server, Google Maps server, dan Google Maps Database.
Proses pertama yang terjadi adalah pengguna membuka halaman situs, dan bentuk awal peta akan langsung di-load. Proses ini akan dijalankan oleh web server yang akan mengirim request ke Google Maps server. Google Maps server yang akan mengirim request ke Google Maps server. Google Maps server akan mengembalikan data dan link yang diminta. Web server akan kembali memproses link tersebut untuk selanjutnya di kirimkan ke web browser untuk di-compile.
Proses selanjutnya terjadi di saat pengguna memilih objek yang ingin dilihat. Saat pengguna menentukan pilihannya, web browser akan memproses pilihan tersebut ke web server dimana terjadi hubungan dengan database XML. Data dari XML yang antara lain berisi lokasi koordinat yang diperllukan dari database-nya, data tersebut dikembalikan ke web server, untuk selanjutnya bersama data lain yang terdapat pada XML ditampilkan pada web browser.

2. Penguji perangkat lunak
Suatu aplikasi yang baik antara lain harus mengandung informasi yang dibutuhkan pengguna, memiliki kemudahan dalam penggunaan, serta kinerja yang baik. Untuk mengetahui apakah aplikasi ini sudah memenuhi criteria tersebut, akan dilakukan pengujian dengan menggunakan subjective measurement test.
Pengujjian akan dilakukan dengan memberikan survei terhadap beberapa responden pengguna aplikasi dilihat dari beberapa aspek berikut:
• User Interface
• Fitur yang tersedia
• Kandungan informasi
• Performa aplikasi
• Keseluruhan aplikasi

sumber:http://opi.110mb.com