Saturday, September 8, 2012

itulah hidup, misterius


Sembilan tahun di rantauan membuat ku mengerti banyak hal tentang hidup ini, mulai dari yang mungkin sampai yang tak mungkin. Kalau pepatah mengatakan hidup adalah perjuangan dan pengorbanan, maka itu sangat benar.
Sembilan tahun ku di rantauan membuktikan hal itu, kita tak pernah tau misteri kehidupan kita di depan,bahkan kita tak bisa menebak apa yang akan terjadi satu menit kedepan. Dalam perjalanan sembilan tahun di rantau banyak sudah yang kurasakan mulai dari pahit,manis,asin ,asam, sedih ,bahagianya kehidupan ini.
Dalam perjalan tersebut banyak pelajaran berharga yang bisa aku dapatkan, aku mempunyai banyak teman yang berlatar belakang berbeda-beda. Tapi ini hidup , bukan latar belakang yang menentukan tapi diri kita sendirilah yang menentukan hidup itu.
Hidup itu harus di landasi dengan prinsip yang kuat,agar jalan kita tetap lancar walau di hadang badai yang besar. Dalam perjalan ini aku bertemu dengan seorang yang kini menjadi temanku, kami dulu satu sekolah setelah lulus sekolah aku melanjutkan ke perguruan tinggi,begitupn dengan dirinya setelah lulus melanjutkan ke perguruan tinggi,kami berbeda universitas tapi tetap satu kota, ditengah – tengah perkulihan kira-kira kalo gak salah smester  genap, ia memutuskan untuk stop out dari kuliah nya, sedangkan saya terus melanjutkan kuliah.
Setelah ia stop out ,kami jarang bertemu dan berkomunikasi lagi, hingga setelah 1,5 tahun terpisahkan,kami di pertemukan lagi.seperti biasa kami menanyakan kabar dan kesibukan masing – masing. Saya masih berkutik dengan perkuliahan saya dan dia kini sedang merintis usaha menjadi serang photografer profesional.
Kini ia sudah lumayan banyak mendapat order dari sana sini dan telah menghasilkan uang untuk kehidupan nya. sedangkan saya masih seperti dulu seperti 1,5 tahun yang lalu.menjadi mahasiswa yang setiap hari pergi ke kampus .
Dia bilang dengan saya : hidup kita yang tentukan , tak peduli kata orang asalkan yang kita lakukan tak merugikan orang lain , ,
Saat ia berkata seperti itu saya tersenyum, dan saya katakan : hidup ini indah kawan.
Ia pun tersenyum smabil berkata : benar,hidup ini indah.

Jadi, sekarang saya menjadi orang berfikir idealis, hidup itu bukan siapa-siapa yang menentukan tapi kita sendirilah yang menentukan kemana kita akan melangkah dan akan di jadikan apa hidup ini.dan yang paling terpenting tidak merugikan orang lain dan juga diri kita.lakukan apa bisa kamu lakukan ,tekuni , dan kejar cita setinggi angkasa sampai semua terwujud, walau pun harus bekorban..
Karna tak ada yang sia-saia dari setiap apa yang kita lakukann dalam hidup ini.
percayalah..
pengalaman yang mengajarkan aku untk mengatakan ini.

selamat berjuang,hidup anda , anda sendiri yang tentukan.
Bila anda bawa hidup mu dalam kebahagian maka kamu akan bahagia, begitupn sebalikanya..tentukan arah mu sebelum kau tersesat..