Kissing, Necking, Petting, dan Intercourse
Kita tidak akan membahas tentang bagaimana proses terjadinya. Sudahkah melakukan minimal salah satu?
"janganlah mendekati zina..." nah ini kronologisnya (kecuali ada unsur paksaan dan kejahatan).
Pertama
akan terjadi kissing. Biasanya tahap paling pertama dari apa yang
disebut pacaran. masih adakah yang pacaran hanya berjalan berdua dengan
pegangan tangan dan bercana tawa? Saat ini godaan yang paling berat
sebenarnya ada di sini. Selama bisa menjaga untuk menghindari kissing
maka tahap-tahap selanjutnya tidak akan terjadi. Kissing sering
dijadikan alasan untuk mengetahui bahwa seseorang benar-benar sedang
berpacaran.
Setelah beberapa hari atau bulan dalam tahap kissing
biasanya rasa ingin tahu menyebabkan pasangan sering menggoda untuk
melakukan lebih dari kissing. Mulailah pepindahan bibir. Biasanya hanya
mendarat di sekitar wajah kali ini mulai mengubah arah sasaran. Sasaran
paling empuk adalah leher. Kenapa leher? Karena leher mempunyai daya
rangsang baik bagi pria maupun wanita (
jangan coba sebelum menikah).
Rasa geli yang ada saat leher dicium akan merambat ke bagian-bagian
tubuh yang lain. Biasanya ke otak dan ke syaraf kemaluan. Ciuman-ciuman
yang awalnya iseng menjadi kebiasaan yang kemudian ditolerir oleh
pasangan. Kegiatan ini disebut
necking. Mulai dari leher naik ke telinga atau berputar ke tengkuk merupakan jurus awal dalam melakukan
necking.
Saat pasangan mulai terlenan dengan kebiasaan ciuman di sekeliling
leher, tangan mulai beraksi dengan meraba-raba bagian tubuh. Mulai dari
rambut(biasanya dari awal sudah dilakukan), semakin turun-semakin turun
hingga melewati leher.
Saat mulai ada keinginan untuk melakukan
necking seharusnya menjadi sirene tanda bahaya bahwa gaya pacaran yang
dijalani sudah mulai TIDAK SEHAT (kecuali pacaran setelah menikah). Saat
itu kedua orang yang berhubungan harus menyadari arah dari hubungan
yang dibangun. Jangan sampai ada penyesalan setelah semuanya terjadi.
Perlu pemikiran yang matang dan banyak sekali introspeksi dalam
melanjutkan hubungan yang dibangun.
Seandainya
secara sadar berkeras untuk melanjutkan apa yang telah dimulai
hendaknya segera hubungi KUA terdekat. Paling tidak siapkan kondom untk
berjaga-jaga selama beberapa bulan kedepan. Hal yang akan ditulis
berikut hanya bertujuan sebagai peringatan dan tidak dianjurkan untuk dilakukan SEBELUM MENIKAH!!!
Apa yang terjadi saat
necking?
Tentunya saat itu berbagai rayuan maut telah dilancarkan seorang pria
untuk merayu pasangan. Mulai dari rasa sayang, putus, mencoba hal baru,
agar tidak kampungan, dll (anda bisa mengetahuinya). Seandainya memang
belum cukup mapan dan belum mantap sebaiknya jangan lakukan paling parah
hanya patah hati beberapa hari lalu selesai. Daripada menyesal
selamanya.
Tangan pasangan yang mulai bergerak menuju sasaran
berikutnya akan membuat semuanya terlambat saat sudah mulai tersadar.
Pertama leher, kemudian punggung, bergerak maju menuju salah satu
kebanggaan dan kehormatan wanita yaitu payudara. Disini akan memakan
waktu lama karena secara naluri pria sangat suka berlama-lama disana.
Dari pertama necking sampai tahap selanjutnya dapat memakan waktu lama
bisa juga sebentar. Namun saat seorang pria telah berhasil membobol
payudara biasanya hampir setiap bertemu pasti akan disentuh. Jangan
kaget dan menyesal. Hentikan saat masih bisa.
Grinding termasuk bagian dari
petting. Pada saat pertama melakukan
petting hanya coba-coba. Setelah itu akan ketagihan.
Sex is like a drug.
Seks itu seperti narkoba. Sekali mencoba akan ada keinginan untuk
mencoba lagi. Saat sudah terbiasa melakukan akan ada rasa hampa saat
tidak melakukannya dan tidak ada rasa puas saat melakukannya. Hampa.
Bukan karena seks itu membosankan tapi makna dari hubungan seks telah
hilang.
Petting yang semula
hanya bumbu justru menjadikan hubungan terasa hambar. Akibatnya tentu
dapat diprediksi. Jika saat pertama melakukan hanya
dry humping dengan masih berpakaian maka akan berlanjut menjadi
heavy petting.
Saat ini telah ada resiko kehamilan.
Jangan pernah termakan omongan bahwa
petting tidak bisa menyebabkan kehamilan.
Selalu ada resiko kehamilan saat sperma bermain dengan sel telur.
Contohnya : jika tangan yang tanpa sengaja terkena sperma lalu digunakan
untuk menggosok vagina maka sperma dapat ikut masuk dan mungkin bisa
membuahi sel telur.
Kalau
petting saja bisa menimbulkan kehamilan, maka tidak perlu ditanyakan apakah
intercourse
bisa menyebabkannya. Kecuali ada masalah dengan kondisi badan maka
intercourse adalah awal dari adanya manusia (kecuali Adam dan Hawa). Apa
dianggap anak manusia berasal dari batu atau burung bangau yang membawa
bayi dari entah dimana? Tidak.
Manusia berasal dari bertemunya sel sperma dan sel telur. Cara alami dan paling umum adalah
intercourse (kawin suntik/kloning tidak termasuk). Tahap puncak dari hubungan seks adalah
intercourse. Secara tradisional
intercourse digunakan untuk meneruskan keturunan. Saat ini
intercourse digunakan untuk berbagai tujuan. Bahkan ada penelitian yang mengatakan seks baik untuk kesehatan.
Seks yang pada lalu menjadi makna bagi
intercourse
yaitu masuknya penis pada vagina telah mengalami perubahan seiring
dengan berjalannya waktu. Saat ini proses seksual dapat dikatakan mulai
dari kegiatan mencium pasangan hingga "silaturahmi kelamin". Jadi saat
berciuman sebenarnya kita telah melakukan hubungan seks. Hanya saja
kissing merupakan aktifitas seks paling ringan tetapi juga paling berbahaya karena semua bermula dari
Kissing.
Setelah
membaca dan memahami apa yang ditulis diharapkan pemahaman dan
kesadaran akan seks meningkat. Hal ini perlu agar berbagai kasus aborsi
tidak terjadi di Negara ini. Sudahkah melakukan salah satu atau beberapa
kegiatan diatas? Hentikan segera jika belum siap untuk berkomitmen.
sumber ::berbagai sumber dan artikel