Kata
orang yang boleh bermimpi itu Cuma orang kaya atau orang yang mempunyai banyak
uang, tapi menurut saya itu salah siapa pun boleh bermimpi,karena mimpi bukan
milik orang yang mempunyai banyak uang saja atau orang kaya saja tapi milik
semua orang.
Coba
anda bayangkan kalau kita tercipta kebumi ini menjadi orang miskin,hidup
pas-pasan dan buat makan saja susah dan kita takut untuk bermimpi maka yakinlah
kalau kita tidak akan pernah bisa mengangkat hidup kita.bagaimana bisa mau
mengangkat hidup kalau kita bermimpi saja takut sedangkan bermimpi itu kan
gratis.jadi bermimpilah selagi anda masih bisa bermimpi dan jangan pernah takut
untuk bermimpi setinggi-tinggi nya.
Kalau
anda tercipta sebagai orang miskin,hidup melarat,makan susah,hidup pun
pas-pasan dan saat itu anda bertekad dan anda bermimpi untuk memperbaiki hidup
anda misalnya anda bertekad untuk menjadi seorang direktur.tapi anda tidak
pernah sekolah karna tak pernah ada biaya untuk sekolah,jangan takut dan jangan
pernah ragu dengan mimpi anda karna mimpi anda itu bisa anda dapatkan.
Pertanyaan
nya bagaimana mendapatkan mimpi itu dengan keadaan yang sangat tidak mungkin.?
Jawabnya
Cuma satu yaitu jadilah seorang yang
berarti. .
Mari
kita simak sedikit kisah nyata di bawah ini:
Di
suatu perkampungan kumuh di pinggiran kota Jakarta,ada seorang penjual panci
keliling dan bercita-cita ingin sekali bekerja dengan memakai dasi.
Suatu
hari seusai berjualan ia beristirahat di bawah subuah jembatan,dan dari
kejahuan dia lihat sebuah mobil mewah sedang mogok di pinggir jalan,dia pun memutuskan
untuk membantu mendorong mobil tersebut,setelah selesai membantu mendorong
mobil tersebut sampai di bengkel lalu pemilik mobil tersebut ingin memberikan
uang kepada penjual panci tersebut sebagai imbalan telah membantu mendorong
mobilnya,tapi si penjual panci menolak pemberian itu.karna uang tersebut di
tolak akhirnya si pemilik mobil menawarkan sebuah pekerjaan di kantor nya
tempat bekerja.dan ia menawarkan pekerjaan sebagai OB(office boy).karna
cita-cita penjual panci tersebut ingin bekerja dengan berdasi akhir nya iapun
menerima tawaran itu.
Ia
pun mulai bekerja di tempat perusahan tersebut,ia melalui hari-hari kerja nya
dengan senang hati dan iapun tak segan untuk membantu karyawan yang lain yang
membutuhkan bantuan nya. kadang walaupun jam kerja nya sudah usai ia tidak
langsung pulang kerumah tapi ia dating kebagian keuangan,bagian HRD dan
bagian-bagian yang lain,tujuannya hanya satu yaitu sekedar membantu tugas-tugas
mereka yang belum terselesaikan. Ia tidak minta di bawar untuk membantu tersebut
ia melakukannya tanpa pamri.selama ia membantu pekerjaan tersebut ia
mempelajari cara mereka bekerja.hingga akhirnya ia memahami semua pekerjaaan
yang ada di kantor tersebut.
Suatu
hari di kantor tersebut ada rapat dan rapat tersebut membahas tentang kepemindahan
pimpinan,karna pimpinan kartor nya di pindahkan kecabang kantor lainnya.dan
dalaam rapat tersebut akan di pilih salah satu dari karyawan mereka untuk di
jadikan pimpinan kantor tersebut,tanpa ia sangka dan duga kalau dirinya lah
yang di usulkan untuk menjadi pimpinan kantor tersebut.
Dan
akhirnya iapun menjadi pimpinan kantor dan ia pun mulai bekerja dengan memakai
dasi.
Bayangkan
para pembaca dengan kita menjadi berarti bagi orang lain maka tak sulit bagi
kita untuk menjadi sukses menggapai mimpi kita.
Jadi
mulai lah dari sekarang untuk menjadi berarti bagi orang lain dan jangan pernah
melakukan sesuatu karna pamri tapi lakukan dengan senang hati dan penuh
keihlasan,yakinlah buah dari perbuatan kita pasti akan kita tuai dengan rasa
manis.
“menjadi
nomer satu belum tentu ia yang terbaik, tapi ketika kita menjadi seorang yang
berarti bagi orang lain maka kita pasti akan menjadi nomer satu dan menjadi
yang terbaik”
-Aan
Saputra-