Thursday, July 26, 2012

Berarti. .


Kata orang yang boleh bermimpi itu Cuma orang kaya atau orang yang mempunyai banyak uang, tapi menurut saya itu salah siapa pun boleh bermimpi,karena mimpi bukan milik orang yang mempunyai banyak uang saja atau orang kaya saja tapi milik semua orang.
Coba anda bayangkan kalau kita tercipta kebumi ini menjadi orang miskin,hidup pas-pasan dan buat makan saja susah dan kita takut untuk bermimpi maka yakinlah kalau kita tidak akan pernah bisa mengangkat hidup kita.bagaimana bisa mau mengangkat hidup kalau kita bermimpi saja takut sedangkan bermimpi itu kan gratis.jadi bermimpilah selagi anda masih bisa bermimpi dan jangan pernah takut untuk bermimpi setinggi-tinggi nya.
Kalau anda tercipta sebagai orang miskin,hidup melarat,makan susah,hidup pun pas-pasan dan saat itu anda bertekad dan anda bermimpi untuk memperbaiki hidup anda misalnya anda bertekad untuk menjadi seorang direktur.tapi anda tidak pernah sekolah karna tak pernah ada biaya untuk sekolah,jangan takut dan jangan pernah ragu dengan mimpi anda karna mimpi anda itu bisa anda dapatkan.
Pertanyaan nya bagaimana mendapatkan mimpi itu dengan keadaan yang sangat tidak mungkin.?
Jawabnya Cuma satu yaitu jadilah seorang yang berarti. .
Mari kita simak sedikit kisah nyata di bawah ini:
Di suatu perkampungan kumuh di pinggiran kota Jakarta,ada seorang penjual panci keliling dan bercita-cita ingin sekali bekerja dengan memakai dasi.
Suatu hari seusai berjualan ia beristirahat di bawah subuah jembatan,dan dari kejahuan dia lihat sebuah mobil mewah sedang mogok di pinggir jalan,dia pun memutuskan untuk membantu mendorong mobil tersebut,setelah selesai membantu mendorong mobil tersebut sampai di bengkel lalu pemilik mobil tersebut ingin memberikan uang kepada penjual panci tersebut sebagai imbalan telah membantu mendorong mobilnya,tapi si penjual panci menolak pemberian itu.karna uang tersebut di tolak akhirnya si pemilik mobil menawarkan sebuah pekerjaan di kantor nya tempat bekerja.dan ia menawarkan pekerjaan sebagai OB(office boy).karna cita-cita penjual panci tersebut ingin bekerja dengan berdasi akhir nya iapun menerima tawaran itu.
Ia pun mulai bekerja di tempat perusahan tersebut,ia melalui hari-hari kerja nya dengan senang hati dan iapun tak segan untuk membantu karyawan yang lain yang membutuhkan bantuan nya. kadang walaupun jam kerja nya sudah usai ia tidak langsung pulang kerumah tapi ia dating kebagian keuangan,bagian HRD dan bagian-bagian yang lain,tujuannya hanya satu yaitu sekedar membantu tugas-tugas mereka yang belum terselesaikan. Ia tidak minta di bawar untuk membantu tersebut ia melakukannya tanpa pamri.selama ia membantu pekerjaan tersebut ia mempelajari cara mereka bekerja.hingga akhirnya ia memahami semua pekerjaaan yang ada di kantor tersebut.
Suatu hari di kantor tersebut ada rapat dan rapat tersebut membahas tentang kepemindahan pimpinan,karna pimpinan kartor nya di pindahkan kecabang kantor lainnya.dan dalaam rapat tersebut akan di pilih salah satu dari karyawan mereka untuk di jadikan pimpinan kantor tersebut,tanpa ia sangka dan duga kalau dirinya lah yang di usulkan untuk menjadi pimpinan kantor tersebut.
Dan akhirnya iapun menjadi pimpinan kantor dan ia pun mulai bekerja dengan memakai dasi.
Bayangkan para pembaca dengan kita menjadi berarti bagi orang lain maka tak sulit bagi kita untuk menjadi sukses menggapai mimpi kita.
Jadi mulai lah dari sekarang untuk menjadi berarti bagi orang lain dan jangan pernah melakukan sesuatu karna pamri tapi lakukan dengan senang hati dan penuh keihlasan,yakinlah buah dari perbuatan kita pasti akan kita tuai dengan rasa manis.
“menjadi nomer satu belum tentu ia yang terbaik, tapi ketika kita menjadi seorang yang berarti bagi orang lain maka kita pasti akan menjadi nomer satu dan menjadi yang terbaik”
-Aan Saputra-