Tuesday, July 24, 2012

Cinta itu pengorbanan. .



Ini kisah mungkin menurut saya yang paling tragis dalam hidupku.sepanjang saya menjalani jalinan asmara sedikit sekali manis yang aku rasakan,kebanyakan yang aku rasakan itu adalah pahit dan getir.
Mungkin aku adalah orang paling bodoh dalam dunia percintaan,kenapa saya bilang begitu karna saya selalu merasakan kecewa.
Kali ini saya akan membagi salah satu dari kisah tragis nya cinta saya.
Kala itu aku mempunyai seorang kekasih,masih anak SMA kelas 2,orang nya manis,baik,manja tapi kadang nyebelin.
Saya mulai merasa suka sejak pertama kami bertemu,kami sering ngobrong bareng,cerita-cerita kisah masing-masing bahkan sampai memang tidak ada cerita yang ditutupi.
Suatu hari kami memutuskan untuk berpacaran,sebelum berpacaran saya pernah bilang dengan dirinya “kalau kamu emang sayang padaku,dan ingin menjalin hubungan dengan diriku,kamu harus serius”.ia pun menyanggupi persyaratan yang saya beri.
Waktu terus berjalan banyak waktu yang kami lalui bersama,susah senang tertawa sedih kami bagi bersama,sampai suatu ketika ia jatuh sakit,dan saya mengantar nya pergi berobat kerumah sakit,sesampai di rumah sakit ia langsung di baringkan di atas kasur dan langsung di pasang oksigen di hidungnya karena ia merasa sesak di dadanya.
Detik demi detik berlalu belum juga ada perbaikan pada pernafasannya.lalu saya pun menghampiri dokter yang merawatnya dan saya tanyakan “dok,sakit apa dia.?” Dokter menjawab “dia tidak sakit apa-apa,dia Cuma cemas,seperti ada tekanan,jadi kamu tidak usah khawatir,nanti kalau dia sudah tenang ,bisa di ajak pulang.”saya pun lega mendengar hal itu,tapi berjam-jam saya menunggu dia belum juga ada perubahan ,yang akhirnya dokter menyarankan untuk membiarkan dia di rawat inap di rumah sakit tersebut.
Saya pun menyetujuinya,dan malam itu saya menjaganya dirumah sakit sendirian,lalu di tengah malam waktu dirinya sedang tertidur lelap,ia mengigo .disini lah awal dari keterkejutan saya,dalam igoan nya ai memanggil sebuah nama, dan nama itu bukan lah diriku,bukan juga kedua orang tuanya atau pun saudaranya yang lain,tapi sorang laki-laki yang dulu pernah menjadi kekasihnya sebelum diriku.

Saat itu hatiku mulai tak karuan,desiran darah yang mengalir ditubuhku pun seperti memuncak,pikiranan ku mulai kacau.terasa emosi dalam diriku begitu tinggi.
Tapi aku mencoba menenangkan diriku,hingga aku bisa mengontrol dan menguasai kembali emosi yang sempat memuncak.
Kejadian ini terjadi berulang-ulang,setiap dirinya tertidur ia selalu memanggil laki-laki itu.
Aku tak kuasa menahan sedih di hatiku,,tapi lagi-lagi aku mencoba mengendalikan emosi di dalam jiwaku.

Hari berganti dan kini yang menjaga dirinya dirumah sakit adalah orang tuanya,saya hanya mendampingi dan membantu jika ada yang perlu saya bantu.setiap hari saya datang kerumah sakit menjenguknya.
Lagi-lagi hati saya harus mendesir ketika ia memanggil-manggil nama laki-laki itu.saya hanya pasrah dan saya mulai bertekad untuk membantu dirinya sembuh dari smua itu.
Diam-diam saya curi nomer handphone laki-laki yang sering ia panggil dari kontak handphone nya.dan saya pun menghubungi laki-laki itu dan menyuruh nya datang kerumah sakit untuk menjenguk nya.
Hati saya memang sangat terluka ketika itu,tapi saya pikir inilah jalan terbaik agar ia bisa lekas sembuh dari sakitnya,
Ia sangat senang ketika laki-laki itu datang menjenguk nya,bahkan ia mengacuhkan diriku.
Tapi saya hanya diam dan bersikap selalu tegar bahkan saya memberikan senyum untuk nya.
Waktupun berjalan,tak terasa sudah 3 hari ia dirawat dirumah sakit.perlahan saya dekati dirinya dan saya bilang”adek,kemarin ia tlah datang menemui adek,kakak harap adek bisa lekas sembuh,jangan pikir yang lain-lain,apapun yang terjadi yang penting adek bisa sembuh total”.
Sebenar nya saya tak rela untuk mengatakan hal itu,tapi demi kesembuhan dirinya aku rela mengorbankan perasaan ku,
Aku pun mulai bertekad untuk merawatnya sampai ia sembuh total walau pun aku sudah mengetahui kalau dirinya tak mencintai diriku .kini aku merawat nya dan menjaga dirinya,walaupun nanti setelah ia sembuh aku harus melepaskan dirinya untuk orang lain.
Aku ikhlas..
Karena dalam kehidupan ku,aku selalu mempunyai suatu kepercayaan sendiri dalam hatiku,kayakinan yang kuyakinani itu adalah “tak ada pengorbanan dan perjuangan serta suatu ke ikhlasan yang sia-sia,smua nya akan mendapatkan suatu balasan yang lebih baik dari yang ia lakukan dan ia korbankan”.
Cuma itu yang aku yakini saat itu. .

dan saat itu juga aku merasa aku lah seorang pahlawan yang paling tangguh,karena aku telah memperjuangkan,merawat,dan menjaganya hingga ia bisa sembuh,dan ketika ia telah sembuh ku serahkan ia dengan orang lain yang lebih ia cintai,ku beri senyuman walau di hatiku terluka sangat dalam. .

ini ceritaku, , mana ceritamu. . :D