Ini
kisah mungkin menurut saya yang paling tragis dalam hidupku.sepanjang saya
menjalani jalinan asmara sedikit sekali manis yang aku rasakan,kebanyakan yang
aku rasakan itu adalah pahit dan getir.
Mungkin
aku adalah orang paling bodoh dalam dunia percintaan,kenapa saya bilang begitu
karna saya selalu merasakan kecewa.
Kali
ini saya akan membagi salah satu dari kisah tragis nya cinta saya.
Kala
itu aku mempunyai seorang kekasih,masih anak SMA kelas 2,orang nya
manis,baik,manja tapi kadang nyebelin.
Saya
mulai merasa suka sejak pertama kami bertemu,kami sering ngobrong
bareng,cerita-cerita kisah masing-masing bahkan sampai memang tidak ada cerita
yang ditutupi.
Suatu
hari kami memutuskan untuk berpacaran,sebelum berpacaran saya pernah bilang
dengan dirinya “kalau kamu emang sayang
padaku,dan ingin menjalin hubungan dengan diriku,kamu harus serius”.ia pun
menyanggupi persyaratan yang saya beri.
Waktu
terus berjalan banyak waktu yang kami lalui bersama,susah senang tertawa sedih
kami bagi bersama,sampai suatu ketika ia jatuh sakit,dan saya mengantar nya
pergi berobat kerumah sakit,sesampai di rumah sakit ia langsung di baringkan di
atas kasur dan langsung di pasang oksigen di hidungnya karena ia merasa sesak
di dadanya.
Detik
demi detik berlalu belum juga ada perbaikan pada pernafasannya.lalu saya pun
menghampiri dokter yang merawatnya dan saya tanyakan “dok,sakit apa dia.?” Dokter menjawab “dia tidak sakit apa-apa,dia Cuma cemas,seperti ada tekanan,jadi kamu
tidak usah khawatir,nanti kalau dia sudah tenang ,bisa di ajak pulang.”saya
pun lega mendengar hal itu,tapi berjam-jam saya menunggu dia belum juga ada
perubahan ,yang akhirnya dokter menyarankan untuk membiarkan dia di rawat inap
di rumah sakit tersebut.
Saya
pun menyetujuinya,dan malam itu saya menjaganya dirumah sakit sendirian,lalu di
tengah malam waktu dirinya sedang tertidur lelap,ia mengigo .disini lah awal dari keterkejutan saya,dalam igoan nya ai memanggil sebuah nama, dan
nama itu bukan lah diriku,bukan juga kedua orang tuanya atau pun saudaranya
yang lain,tapi sorang laki-laki yang dulu pernah menjadi kekasihnya sebelum
diriku.
Saat
itu hatiku mulai tak karuan,desiran darah yang mengalir ditubuhku pun seperti
memuncak,pikiranan ku mulai kacau.terasa emosi dalam diriku begitu tinggi.
Tapi
aku mencoba menenangkan diriku,hingga aku bisa mengontrol dan menguasai kembali
emosi yang sempat memuncak.
Kejadian
ini terjadi berulang-ulang,setiap dirinya tertidur ia selalu memanggil
laki-laki itu.
Aku
tak kuasa menahan sedih di hatiku,,tapi lagi-lagi aku mencoba mengendalikan
emosi di dalam jiwaku.
Hari
berganti dan kini yang menjaga dirinya dirumah sakit adalah orang tuanya,saya
hanya mendampingi dan membantu jika ada yang perlu saya bantu.setiap hari saya
datang kerumah sakit menjenguknya.
Lagi-lagi
hati saya harus mendesir ketika ia memanggil-manggil nama laki-laki itu.saya
hanya pasrah dan saya mulai bertekad untuk membantu dirinya sembuh dari smua
itu.
Diam-diam
saya curi nomer handphone laki-laki yang sering ia panggil dari kontak
handphone nya.dan saya pun menghubungi laki-laki itu dan menyuruh nya datang
kerumah sakit untuk menjenguk nya.
Hati
saya memang sangat terluka ketika itu,tapi saya pikir inilah jalan terbaik agar
ia bisa lekas sembuh dari sakitnya,
Ia
sangat senang ketika laki-laki itu datang menjenguk nya,bahkan ia mengacuhkan
diriku.
Tapi
saya hanya diam dan bersikap selalu tegar bahkan saya memberikan senyum untuk
nya.
Waktupun
berjalan,tak terasa sudah 3 hari ia dirawat dirumah sakit.perlahan saya dekati
dirinya dan saya bilang”adek,kemarin ia
tlah datang menemui adek,kakak harap adek bisa lekas sembuh,jangan pikir yang
lain-lain,apapun yang terjadi yang penting adek bisa sembuh total”.
Sebenar
nya saya tak rela untuk mengatakan hal itu,tapi demi kesembuhan dirinya aku
rela mengorbankan perasaan ku,
Aku
pun mulai bertekad untuk merawatnya sampai ia sembuh total walau pun aku sudah
mengetahui kalau dirinya tak mencintai diriku .kini aku merawat nya dan menjaga
dirinya,walaupun nanti setelah ia sembuh aku harus melepaskan dirinya untuk
orang lain.
Aku
ikhlas..
Karena
dalam kehidupan ku,aku selalu mempunyai suatu kepercayaan sendiri dalam
hatiku,kayakinan yang kuyakinani itu adalah “tak ada pengorbanan dan perjuangan
serta suatu ke ikhlasan yang sia-sia,smua nya akan mendapatkan suatu balasan
yang lebih baik dari yang ia lakukan dan ia korbankan”.
Cuma
itu yang aku yakini saat itu. .
dan saat itu juga aku merasa aku lah seorang pahlawan yang paling tangguh,karena aku telah memperjuangkan,merawat,dan menjaganya hingga ia bisa sembuh,dan ketika ia telah sembuh ku serahkan ia dengan orang lain yang lebih ia cintai,ku beri senyuman walau di hatiku terluka sangat dalam. .
dan saat itu juga aku merasa aku lah seorang pahlawan yang paling tangguh,karena aku telah memperjuangkan,merawat,dan menjaganya hingga ia bisa sembuh,dan ketika ia telah sembuh ku serahkan ia dengan orang lain yang lebih ia cintai,ku beri senyuman walau di hatiku terluka sangat dalam. .
ini ceritaku, , mana ceritamu. . :D